Skip navigation

Monthly Archives: December 2007

Tentang kebebasan hati…yang memilih…
Apabila mimpi terindah menghampiri…
Dan sebuah penantian pun mencapai titik akhir …
Pantaskah untuk dilepaskan demi sebuah cinta terpilih?
Adakah cerdas dan bodoh..? Apabila pangeran atau dara cinta nyata di depan mata…memberikan semua yang dia ingin berikan…Mungkinkah kita benar- benar menginginkannya?
bila mungkin, adakah kepastian bahwa kita menginginkannya bukan hanya karna kita begitu merasa dicintai…?
Sejenak, … bagaimana dengan pilihan untuk mencintai?…lantas pergi untuk cinta dalam benak…
adakah salah dan benar..??

Saat mata pernikahan telah retak dan pecah……
Dan kita merasa tak mampu bangkit dari keterpurukan perjanjian…
atau kita hanya tak ingin… sebab titik habis perselingkuhan terelakkan lagi… dan insan pengkhianat tetap setia pada dusta…
Sedang aturan tertinggi kekal berharap tak ada perpisahan
Sejenak,…Mungkinkah kita melangkahinya?
Adakah Iman dan Dosa??

Apabila hati kerap bertanya tentang awal mula kepercayaan yang berbeda…
Sebab menatap pertikaian-pertikaian yang ada…seperti mereka lupa pada yang Esa…
Sejenak,…Bagaimana dengan hati yang hanya ingin meniti inti hati, akal dan sikap yang terindah…
Tanpa harus memakai atribut kelompok manapun…
Adakah hitam dan putih…?

Dan apabila seorang manusia duduk tenang—ataupun gusar menimbang sebentuk akibat dan lantas menentukan sebuah pilihan…
Adakah julukan dewasa dan kanak-kanak?

Tahun lalu saya menonton The Exorcist of Emily Rose, dan saya benar-benar tercengang dibuatnya…mungkin ga perlu saya ceritakan selebihnya karena bakal nghabisin banyak halaman di blog ini…

Anyway, as far as i concern, this is so could be happened to a human, and the movie was (loh kok mendadak jadi sok bule ), ok, film itu (menurut saya) benar- benar bisa diterima oleh pribadi saya kalau mau nyeimbangin akal sama faith…

And then (ok, sok bule lagi), setelah benar-benar mengagumi film horor (selain The Others) yang satu ini dan benar-benar menyimpan tanya apakah ini benar- benar kisah nyata seperti yang dicantumkan di cover depan VCD ( yang saya rent dari Diskmart — betul, saya ga beli –jadi saya benar-benar cuma nonton satu kali itu) , saya akhirnya mulai hunting kisahnya dari beberapa sumber

Ternyata, berdasarkan bebrapa referensi tersebut, dan tentunya juga dari YT(YouTube.red), it’s definitely a real true story(oh ok, here comes the english again *tampar*).

Baiklah, Nama asli dari Emily Rose adalah Anneliese Michel, gadis yang berasal dari pedesaan Jerman (begitu penjelasan dari salah satu artikel ). Annelise, dianggap tidak sehat kejiwaannya dan sempat masuk sanatorium beberapa kali dengan penanganan obat khusus…tapi penyakitnya (yang diduga Zchizophrenia ) tidak pernah kunjung sembuh…Lantas, asumsi kesurupan pun mulai timbul…pada akhirnya Anneliese/ Emily diberitakan bahwa dia dirasuki oleh 6 Iblis kawakan ( kalo menurut saya ) yang pernah meng-corrupt jiwa- jiwa a.l : Cain- Pembunuh Habel, Nero – Kaisar yang membunuh semua bayi lelaki, Judas ( Pengkhianat Jesus ) , Legion ( Hitler ), Belial ( Iblis yang mencobai Yesus pada saat Yesus berpuasa 40 hari), dan Lucifer ( Al Pacino-nya kalo di pelem-pelem . mafia :: melet :: ) dan pengobatan secara medis pun dihentikan. Beberapa bulan kemudian Anneliese Michel meninggal dengan diagnosis dehydration and malnourishment.

Pertanyaannya: Apakah Anneliese Michel benar- benar kesurupan…atau sakit jiwa …?

Bila Anda berupaya untuk menjadi yang terbaik dalam yang Anda lakukan, Anda akan menjadi yang terbaik tanpa berupaya mengalahkan siapa pun.

Kita telah sering melihat pribadi-pribadi sederhana yang mencapai kecemerlangan karir yang mengatasi pencapaian banyak rekannya, tanpa sedikitpun berupaya untuk mengalahkan orang lain.

Pribadi-pribadi super seperti itu bekerja keras bukan untuk mengalahkan orang lain atau mengambil keuntungan dari kelemahan orang lain. Mereka bekerja keras untuk mencapai kualitas terbaik yang bisa dicapainya dalam kehidupan yang bukannya tanpa batas ini.

Pribadi-pribadi super seperti Anda – bersaing melawan rasa malas, menyiasati kebiasaan menunda, melemahkan kecenderungan untuk mengutamakan yang tidak penting, dan menghindari kepalsuan yang dijanjikan oleh pergaulan-pergaulan buruk.

Keberhasilan hidup ini tidak ditentukan oleh seberapa rupawan pasangan hidup kita, oleh seberapa besar perusahaan tempat kita bekerja, atau oleh seberapa berlebihan kemampuan yang kita miliki;

tetapi ditentukan oleh seberapa rupawan-nya kita menjadikan hubungan kita dengan pasangan hidup kita, seberapa besar kontribusi kita kepada tempat kerja kita, dan seberapa berlebih kemampuan kita untuk menjadikan apa pun sebagai yang terbaik dalam keseharian kita.

Rekan-rekan Super Members yang hatinya baik,

Di ruang keluarga MTSC yang ramah ini, kita semua bebas untuk menjadi pribadi terbaik kita. Sampaikanlah diri Anda dengan cara-cara terbaik Anda kepada kami semua, melalui posting-posting yang cantik – tidak harus berat dan panjang, tetapi pastikan bahwa tulisan Anda mewakili kualitas-kualitas terbaik Anda.

Jangan terlalu merisaukan kemungkinan salah dalam menulis, tetapi risaukanlah cara-cara yang tidak mencerminkan rasa hormat Anda yang sangat tinggi kepada sesama Super Members.

Bila langkah-langkah Anda memajukan Anda jauh di depan kami, berbahagialah karena kami akan mengikuti Anda.

Bila Anda berhenti atau terhentikan,
yakinlah bahwa kami akan mendorong Anda untuk menguatkan langkah-langkah maju Anda berikutnya.

Bila Anda tertinggal di belakang,
bergembiralah karena kami akan menarik Anda dan merapihkan jalan maju Anda.

Dan bila Anda sampai terjatuh,
damailah karena kami akan mengangkat Anda.

Kalau begitu,

Karena keluarga kita ini ramah dan penyayang,
dan karena tidak akan ada kehebatan dalam melakukan apapun setengah-setengah,
maka sekalian saja …,

Karena Anda akan memimpikan sesuatu,
mimpikanlah yang indah;
karena Anda akan memikirkan sesuatu,
pikirkanlah yang besar;
dan karena Anda akan melakukan sesuatu,
lakukanlah yang terbaik.

Anda berhak untuk itu semua.

Rekan-rekan terkasih,

Anda tidak akan pernah mengetahui betapa berbahagianya kami memiliki Anda semua sebagai sahabat.

Terima kasih untuk kesempatan melayani Anda semua, dan salam super,


This is Copied on behalf Courtesy of Mr. Mario Teguh

Pernah ku merasa sangat bangga, pernah ku merasa sangat kecewa, pernah ku merasa sangat memiliki, pernah ku merasa begitu utuh…

Kalau semua harus beranjak, entah dengan merangkak, berjalan, berlari bahkan terbang, atau ada kalanya berbalik arah ,

Cinta yang ini pasti tetap tentram tinggal di benakku…

Seperti butir- butir cahaya sesungguhnya,

Tajam binar matamu mendatangiku,

Menyilaukan dan membuka paksa mata

Mencairkan kebekuan batin

Dan mengeringkan air mata yang pernah mengisi kamar hatiku…

Rinduku seakan tidak pernah luruh untukmu

Setiap lipatan memoriku utuh dipenuhi cerita, mimpi, cinta, sakit, detik, airmata, geram, maaf dan peluh bersama…



Courtesy of Ms. Tetita Widyarini

Masih ingat nama itu?…itu namamu…dalam dunia kita yang terdahulu…kita belum sempurna saat itu…dan sampai kini pun…tapi kan tak ada salahnya kita mencintai diri sendiri…

Siang itu aku menghampirimu yang duduk di bangku panjang kantin daftar hitam sebuah kampus. Kamu bersama pasanganmu, aku bersama mantanku…

Dan selanjutnya…bangku panjang kantin serta ruang layar elektrik cinta semu akhirnya menjadi tempat kesukaan kita saat itu…
Kita tidak diam-diam bercinta, kita tidak diam- diam melagu, kita hanya benar- benar merasa nyaman bersama…dan mereka tahu itu…

Tahukah kamu bahwa sejak aku mengenalmu aku tak pernah berhenti bermimpi untuk terus bersama…
sadarkah kamu bahwa dalam kekayaan kita ceria berbagi…dan disaat receh yang tersisa hilang dilibas masa dan asa, kita tidak malu memetik gitar dan melagu bersama di warung kaki lima di pinggir jalan yang pikuk…

Amarahku pernah lepas, air matamu pernah menetes…di atas bukit bumi, di balik daun pintu, di tengah mungilnya empat sisi dinding, dan di alam jiwa yang bergetar, kita menanggalkan topeng diri yang rapuh, murka, sakit, khilaf dan angkuh…

Aku begitu yakin kita berada dan bertutur di situ karena bentuk cinta…
ya..kadang kita berlutut merasakan cinta yang datang seperti malaikat atau seperti paras makhluk terburuk…bagaimana pun, itu tetap cinta yang menyapa…
dan bicara soal cinta, cintaku pernah menjadi cintamu…cintamu pernah menjadi cintaku. Ahh kamu memang cintaku…

Oh dan tahukah kamu bahwa aku dan mereka berdecak kagum untukmu? bahkan cintaku yang lain sangat mencintaimu…aku sungguh bahagia bersamamu…tak pernah aku merasa ada waktu yang sia- sia saat bersama.

My dear…, kita pernah ada..dan akan selalu ada…aku adalah buah dari hati besar mu…

Aku pernah berkata pada mereka dan diriku sendiri, bahwa aku tak akan berpaling…

Cinta, 7 tahun yang lalu aku duduk di sini. Menyuarakan kegalauanku. Di depanku sahabatku duduk membahas sesuatu yang tepat untukku. Kita berdua memang menjadi raja untuk dunia kita masing- masing saat itu. 4 jam sudah waktu yang telah kita habiskan untuk berbincang di situ dari jam 3 sore. Nyanyian cinta dari sebelah rumahku terdengar sangat jelas. Aku bertanya pada sahabatku “ apa benar itu bukan untukku?”. Sahabatkuku dengan sangat singkat menjawab “bukan, jangan GR”. Kami kembali menghisap rokok putih kesayanganku dulu.

3 tahun setelah itu aku duduk masih di tempat yang sama. Kali itu yang duduk di depanku adalah dia yang telah menjadi teman sekaligus cinta, teror dan keluargaku. Berdua terjaga dalam keterlelapan pagi. Ia duduk dengan setia mendengar celotehku dan kemudian memberiku referensi buku kecintaannya yang sangat logis dan begitu menarik. Ia tidak bermaksud apa-apa, ia hanya menyuruhku untuk menjaga hati. Nyanyian cinta datang mengalun dari sebelah rumahku. Aku beranjak tidur kala ia bermaksud untuk hal lain.

Sekarang, 4 tahun setelah aku berusaha memperbaiki kalbu dan akalku, ironisnya, aku seperti tidak ingin duduk. Tapi aku tahu aku teralu lelah bercinta dengan kefanaan untuk bertumpu pada kakiku. Hfff…. Terbersit persoalanku dengan cintaku terhadap adam yang lain. Aku bicara tanpa henti, tanpa rasa, kecuali ego. Di depanku sekarang adalah sahabatku yang lain. Ia dengan sangat sabar menyimak dan berbesar hati berdialog denganku. Dia sering mempertanyakan kesetiaanku dan menggodaku untuk berselingkuh…tapi aku tahu benar dia hanya bergurau, dia pun pasti tak bulat rela…Nyanyian cinta kembali terdengar…sahabatku melontarkan gurauannya lagi kala dia melihatku sedikit menikmati nyanyian cinta itu lantas memberiku waktu untuk tertegun, sembari ia beranjak mencari tempat yang terhindar dari tatapan matahari, yang saat itu mulai memerah…

Cintaku, Maafkan aku…aku benar-benar resah…jari lentikku masih menari di atas keyboard tua milik ayahku…
Hhhh.. Cinta, apa benar aku harus berpaling? Kalau memang ini bukan seharusnya yang aku rasakan mengapa aku merasakannya? Kalau memang akal dan hatiku penuh tanya, mengapa tidak pernah terjawab ? Kalau memang ini butuh waktu, kenapa harus sejauh langkah cahaya? Dan kalau memang akhirnya aku harus pergi…akankah aku menjadi utuh…??

Cintaku, Aku masih duduk di bawah kaki Mu , dan di atas hati dan akalku yang kecil, aku ingin meyakinkan diriku sendiri bahwa aku sangat mencintai Mu…Aku tidak ingin meninggalkan Mu…

Di sebelahku ini adalah diva tersohor dan penulis ternama, dua-duanya namanya Sinar.Mereka menjadi cahaya bagi sebuah hidup, hidupku. Benar- benar cahaya.

Ada juga si jenius yang murka atas masa lalu…Namanya Firman. Dan kata-katanya memang menyejukkan hati. Dia pamanku.
Dokter terhebat sekalipun ada. Tugasnya menyembuhkan dan menata luka batin. Dia dokter pribadiku. Panggil dia Dr. Bidadari.
Yang dua ini pemimpi sederhana, namanya Kilau dan Jie Jie . Mereka tidak pernah berhenti mencari dirinya, dan selalu menjadi kesayanganku.
Gadis montok dengan senyum khas itu namanya Monalisa, yang di sebelahnya biasa dipanggil Miss. J. Mereka ballerina kawakan.
Salah satu dari yang barusan pergi itu calon ustadz. Emm..ck ..Ahh aku lupa namanya. Yang jelas hobinya mengaji. Aku dan Sinar si penulis sempat mengecap sentuhan rohaninya. Dan umm..Maaf, dua yang lainnya aku lupa sama sekali…
Lantas di pinggir situ adalah sekelompok calon pembuat film terbesar. Yang duduk adalah Mr. Sanjay dan yang satunya lagi Toro, biasa disebut Terang. Mereka teman baik. dan aku selalu ingin menjadi teman baik mereka..Oh ya, yang lagi berdiri sendiri itu namanya Agustus, dan dia kini memang sudah merdeka. Dia dulu kekasih Dr. Bidadari.
Kalau eksekutif muda yang necis itu namanya Sungai, tapi dia senang dengan sebutan asdos. Iya, cara bicaranya memang seperti asisten dosen. Dan aku benar-benar belajar banyak hal darinya.
Nah yang duduk di seberangku itu pemain bass terbaik. Pagi namanya. Seperti pagi sesungguhnya, tanpa disadari kehadirannya selalu diharapkan, serta mengingatkanku bahwa aku masih bernafas…dan aku patut bersyukur untuk itu.
Aku sendiri adalah pemburu kesehatan batin dan ilmu, penikmat alam, literatur, nada dan juga tari …hobiku menonton film dan bermimpi…mimpi bertemu Tuhan.
Panggil aku Santa… Aku di sini karna mereka…


Seikat mawar tergeletak layu
24 batangnya mulai mengering
Warnanya memudar di atas embun ilalang,
Menyatu dengan waktu, menunggu…
Kembali bersemi elok di atas bumi
Dua hari yang lalu seorang gadis periang mengitari taman bunga
Langkah kakinya terarak teduh hati
Dipetiknya bunga liar murni berkembang tak terawat
Terlepas dari genggamannya
Seikat mawar cantik…
————————————
Di balik gaun hitam elegan
Perempuan matang itu menatapnya
Pria pengecut itu kini duduk di pelaminan
Wanita di sampingnya tetap dia…
Dia yang tidak pernah tahu
Kisah yang bukan hanya sesaat
Kisahnya dengan sang pria yang tertutup rapat
Bertahun- tahun sudah sejak nanar hatinya terpatri
Ia menatap dan tersenyum muak
————————————–
Riak paras menyelinap dalam- dalam
Saat dia tertawa, dia menangis
Saat dia menangis, dia tersenyum
Dan bila jarak pandangnya menjauh…
Wanita paruh baya itu duduk tenang…
Tak terlihat titik air yang terbendung di kelopak matanya
Dalam batinnya ia berseru tertahan
Buah hatiku kini di depan mata…
Hanya itu yang Ia rasa indah…

BE THE BEST AT WHAT YOU DO
Jadilah yang terbaik dalam yang Anda lakukan

Dearest Super Members,

Pertanyaan sederhana yang bisa menghilangkan perbendaharaan kata dari hati yang malas, adalah:

Bila Anda tidak ingin menjadi yang terbaik,

lalu Anda ingin menjadi apa?

Bila dia tetap menjawab selain untuk menjadi yang terbaik, maka jawaban itu meratap keluar dari diri yang memposisikan masa lalunya yang lemah – sebagai rancangan masa depannya.

Ingatlah, bahwa

Pribadi cemerlang yang tidak bekerja dengan cara-cara yang berkualitas – akan maju secepat perahu yang berlayar di sungai yang kering.

Jangan pernah memasuki kegiatan dan pekerjaan apa pun tanpa kesungguhan untuk menjadi yang terbaik dalam melakukannya.

Bila kecil kemungkinan Anda untuk menjadi yang terbaik dalam hal itu – dan Anda belum bisa menggantinya dengan pekerjaan yang lain, maka lakukanlah hal itu untuk mengantarkan Anda kepada pengenalan orang lain pada penggunaan terbaik dari kemampuan Anda yang sebetulnya.

Pastikan Anda melakukan semua itu tanpa pengutamaan bayangan kegagalan dan kesadaran tentang kekurangan-kekurangan Anda.

Berfokuslah pada kekuatan Anda, dan bukan pada kelemahan Anda. Berfokuslah pada kemungkinan-kemungkinan baik, bukan pada kemungkinan gagal. Dan berfokuslah pada kesungguhan upaya Anda, bukan pada masalah-masalah Anda.

Ingatlah, bahwa apapun yang menjadi fokus Anda, akan tumbuh. Maka berfokuslah pada yang menguatkan, yang membesarkan, dan pada yang meninggikan Anda.


Mudah-mudahan jernih pengertian Anda, bahwa

Masa depan Anda bergantung kepada penggunaan terbaik dari kemampuan Anda, bukan pada kesalahan Anda di masa lalu atau pada keraguan Anda tentang masa depan.

Masa depan Anda bergantung kepada kekuatan Anda,
bukan pada masalah-masalah Anda.

Dan,
bahwa masa depan Anda bergantung pada keberhasilan Anda,
bukan pada kegagalan Anda.

Maka jadikanlah diri Anda – pribadi yang berhasil.

This is copied on behalf Courtesy of Bpk. Mario Teguh

Benarkah cinta tak lagi menjadi dasar dari persatuan?melainkan materi, suku, agama dan negara lah yang memegang andil dan mencekik erat kebebasan asa dua individu yang ingin bercinta… apakah boleh aku bertanya-tanya bahwa keadaan ini mungkin menjadi salah satu pemicu kesalahan sebuah insan yang berselingkuh di atas apa yang menjadi miliknya dan pasangannya… Dan bila demikian adanya, mungkin kah kita menunggu ditinggalkan karna kita takut akan rasa bersalah? apakah perpisahan utuh dibutuhkan? atau kita begitu lelah dan tak lagi mencinta??
dan bagaimana dengan perceraian yang akhirnya harus terjadi?
Atau kita harus bebicara soal moral?

Di sisi yang lain, Apa cinta benar- benar ada saat kita masih menerka-nerka sebuah hati yang sesungguhnya membalas dengan lugas perasaan yang kita paparkan? Apa cinta benar-benar ada, saat dua hati manusia terpaut dalam rasa – namun dogma nyata agama hanya membuat mereka diam berpangku tangan?
Dan bagaimana dengan prasangka serta rasa cemburu yang kita miliki? Bukankah cinta seharusnya membuahkan kepercayaan?
Apa benar cinta adalah tentang memberi dan menerima? Sebenarnya cinta itu milik siapa? Atau cinta telah menjadi wujud hubungan itu sendiri?
Dan apabila cinta adalah hanya tentang memberi…
Haruskah cinta diakui hanya karna kita merasa sudah dekat dengan ajal?
Mengapa banyak insan sangat menginginkan cintanya terbalas? Dan mengapa ada hati yang tak lapang memberi waktunya untuk bertahan bersama hanya karna takut tersia-sia?
Lantas, Apa kita benar-benar memiliki cinta saat kita tak berani memberi hati untuk bercinta?
Katanya ada pepatah yang bersuara bahwa cinta dapat memindahkan gunung tinggi sekalipun…(aku tertawa)…Kita bahkan tak mampu berpindah tempat…