Skip navigation


Seikat mawar tergeletak layu
24 batangnya mulai mengering
Warnanya memudar di atas embun ilalang,
Menyatu dengan waktu, menunggu…
Kembali bersemi elok di atas bumi
Dua hari yang lalu seorang gadis periang mengitari taman bunga
Langkah kakinya terarak teduh hati
Dipetiknya bunga liar murni berkembang tak terawat
Terlepas dari genggamannya
Seikat mawar cantik…
————————————
Di balik gaun hitam elegan
Perempuan matang itu menatapnya
Pria pengecut itu kini duduk di pelaminan
Wanita di sampingnya tetap dia…
Dia yang tidak pernah tahu
Kisah yang bukan hanya sesaat
Kisahnya dengan sang pria yang tertutup rapat
Bertahun- tahun sudah sejak nanar hatinya terpatri
Ia menatap dan tersenyum muak
————————————–
Riak paras menyelinap dalam- dalam
Saat dia tertawa, dia menangis
Saat dia menangis, dia tersenyum
Dan bila jarak pandangnya menjauh…
Wanita paruh baya itu duduk tenang…
Tak terlihat titik air yang terbendung di kelopak matanya
Dalam batinnya ia berseru tertahan
Buah hatiku kini di depan mata…
Hanya itu yang Ia rasa indah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: