Skip navigation

Masih ingat nama itu?…itu namamu…dalam dunia kita yang terdahulu…kita belum sempurna saat itu…dan sampai kini pun…tapi kan tak ada salahnya kita mencintai diri sendiri…

Siang itu aku menghampirimu yang duduk di bangku panjang kantin daftar hitam sebuah kampus. Kamu bersama pasanganmu, aku bersama mantanku…

Dan selanjutnya…bangku panjang kantin serta ruang layar elektrik cinta semu akhirnya menjadi tempat kesukaan kita saat itu…
Kita tidak diam-diam bercinta, kita tidak diam- diam melagu, kita hanya benar- benar merasa nyaman bersama…dan mereka tahu itu…

Tahukah kamu bahwa sejak aku mengenalmu aku tak pernah berhenti bermimpi untuk terus bersama…
sadarkah kamu bahwa dalam kekayaan kita ceria berbagi…dan disaat receh yang tersisa hilang dilibas masa dan asa, kita tidak malu memetik gitar dan melagu bersama di warung kaki lima di pinggir jalan yang pikuk…

Amarahku pernah lepas, air matamu pernah menetes…di atas bukit bumi, di balik daun pintu, di tengah mungilnya empat sisi dinding, dan di alam jiwa yang bergetar, kita menanggalkan topeng diri yang rapuh, murka, sakit, khilaf dan angkuh…

Aku begitu yakin kita berada dan bertutur di situ karena bentuk cinta…
ya..kadang kita berlutut merasakan cinta yang datang seperti malaikat atau seperti paras makhluk terburuk…bagaimana pun, itu tetap cinta yang menyapa…
dan bicara soal cinta, cintaku pernah menjadi cintamu…cintamu pernah menjadi cintaku. Ahh kamu memang cintaku…

Oh dan tahukah kamu bahwa aku dan mereka berdecak kagum untukmu? bahkan cintaku yang lain sangat mencintaimu…aku sungguh bahagia bersamamu…tak pernah aku merasa ada waktu yang sia- sia saat bersama.

My dear…, kita pernah ada..dan akan selalu ada…aku adalah buah dari hati besar mu…

2 Comments

  1. (mata berkaca-kaca)ah elo.. buat gw kangen aja..gw pingin main kerumah, tapi lo tau kan gimana perasaan gw terhadap anjing-anjing lo yang banyak (dan menurut lo lucu) itu..sempat jeles sama ‘mereka’, karena lo lebih pelihara ‘mereka’ daripada pelihara gw (loh??) heiehiehiehie..ga pa2 lah.. selama masih ada webcam toh kita masi bisa bercengkrama.. hehehehiks.. kangen😦

  2. setelah membaca Surat cinta mu yang ke sekian aku juga kian kangen tet…mudah2an ke depannya beres2 aja yahh…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: