Skip navigation

Monthly Archives: February 2008

Apa bener saya harus seperti ini….? apa ini takdir saya untuk dikelilingi dan bersama orang-orang seperti ini?

Ada (beberapa, tapi yang teringat cuma satu orang ini) orang pernah bilang kalo saya ini bisa ketemu sama “dia-dia orang ” (nyalin kata-katanya si pembicara) ya karena ada sifat-sifat yang dimiliki “dia-dia orang” yang kita benci atau kita kagumi ada di kita juga…(binun ya? hehhe …rasain…=p)

Haduh…gemana ya ngomongnya…
ya pokoknya gitu lah…(semakin tak jelas aja)…
hhmm…
Gini loh…
Saya ini sering dibilang sulit bersyukur sama lelaki di samping saya… saya ga tau apa karena saya kerjaannya marah-marah melulu sama dia, atau memang saya orangnya seperti itu. Sebenernya ga bersyukur itu tuh penyakit ya…dan kayanya harus saya akui kalau saya memang mengidap penyakit itu (walo ga parah-parah amat sih)..
kadang-kadang sedih juga saya, mengingat orang- orang di sekitar saya itu adalah orang-orang yang cukup baik hati , apalagi lelaki di samping saya ini yang sabarnya ga ketulungan…tapi kenapa saya harus ngerasa kesel , ngerasa ngedumel,…ngerasa ga puas…?
kenapa saya ga bisa ngerasa kalo saya itu ja… **PLakkK** (suara tamparan yang mendarat di pipi saya dari tobil anak kadal yang notabene ga ngijinin saya curhat colongan )

Alter saya yang lain lagi bangun, jadi saya ndak mau cerita banyak-banyak deh..tunggu dia tidur dulu…hihii…

[….]

Setelah beberapa detik menatap kosong ke layar leptop, saya ga kuasa ingin bertanya kepada sodara-sodara sekalian,

begini bunyinya:
apa you orang pernah jatuh cinta?…dan kalau diminta untuk menjabarkan rasanya, apakah you bisa?

Advertisements

I’m not a big fan of Alicia but then i watch the clip and hear the lyric, you won’t let your eyes blink until it finished. =p , and oh btw she looks great without hat =p

——————————–

oh… oh oh oh oh oh
oh oh oh oh oh…
oh oh oh oh
oh oh oh oh oh….

I just want you close
Where you can stay forever
You can be sure
That it will only get better

You and me together
Through the days and nights
I don’t worry ’cause
Everything’s going to be alright
People keep talking they can say what they like
But all i know is everything’s going to be alright

No one, no one, no one
Can get in the way of what I’m feeling
No one, no one, no one
Can get in the way of what I feel for you, you, you
Can get in the way of what I feel for you

Read More »

Me , Writing at just this moment;

I today sit at the back of some place, not knowing where it comes from, i just suddenly think about Brad Pitt and Angelina Jolie. Since I’m a huge fan of F.R.I.E.N.D.S serial, I’m wondering how could Pitt left Jen (Jennifer Aniston). Jolie is indeed an irresistible creature; she has everything, body, heart and dedication [we all know she’s UN ambassador].What amuses me is, what’s up with Jen, how couldn’t she still be the winner in Pit’s heart(?).

Read More »

We often hear that dogs should know who the master is, and therefor lots of people often tend to yell or smack/hit dogs to let dogs know who the master is.

Well, i must admit, i did kind of that ‘method’. My dogs seemed so obedient at that time. He never pee inside the house, if we’re in my room and he needed to pee he would scratch or barked at the door then gave me the look ” open the door please” , he easily understood if i call him or told him to go outside , or to sit, even if i was about to clean up the house he knew he should go outside. What matters is, Read More »

Dogs are better showered with warm water, but if there’s no water heater in house, it’s also possible to shower them with non-hot (normal, not too cold) water. But be prepared, dogs are genius and they can remember each things ever made them feel uncomfortable. So it is our duty – dog lovers- to make the showering time as fine and fun as we wanted them to remain it. Read More »

Never hard enough to do something but to forgive and to decide. ( I wish i find a school for this..it’ll may called ” Making Decision Art School” ::silly smile::). One of my ‘invisible’ friend on YM just got this ‘disease’… He’s a Spanish lawyer who studies post degree bachelor in Holland and formerly stayed in London. This May he’ll end his study then he must decide whether he left Holland for England (hey, it’s rhymed =p) or he just stay in Holland. Hummm…He’s an intellectual …but let’s back again to the first line, when it comes to ‘deciding something’, intellectual or non will meet same thing : CONFUSION .

Read More »

Ada apa dengan anak yang selalu “menempel” dengan orang tua?
Ada apa dengan anak yang sikapnya sarkastis?
Ada apa dengan anak yang selalu rewel kalau tidak semua keinginannya dapat terpenuhi?


Beberapa bulan yang lalu saya harus menghadapi anak umur 4 tahun yang setiap mau mulai belajar pasti menangis gila-gilaan. Sebenarnya dia anak manis…hanya saja…terbersit di otak saya kalau anak ini dimanja dengan cara yang aneh…
30 menit bisa terbuang cuma-cuma kalau saya mau ‘ngeladenin’ satu anak ini saja…
omong omong,
Saya percaya betul kalau sikap anak pasti ga kebentuk tiba-tiba…

Minggu pertama & kedua : (situasi ; Mama dan Bude sang anak mengantar sampai ruang belajar)
Saya pikir…”ahh..itu biasa… ga semua anak memang dapat langsung beradaptasi dengan lingkungan baru..”
saya masih sangat memaklumi, Mama & bude masih terlihat sangat meladeni sang anak yang selalu menempel dengan Mama .

Minggu ketiga & keempat : (Situasi ; Bude (tanpa mama) menunggu di ruang belajar)
saya sudah mulai risih karena sang bude langganan menunggu di ruangan yang sama…namun tetap tak patah semangat membujug sang anak dan berdiskusi dengan budenya (untung sang bude cukup kooperatif), bude pun menyatakan kalau si anak sedang nangis atau tidak mau mengikuti pelajaran baiknya dicuekkin saja oleh saya…(ling lung tiba-tiba..karena saya pikir orangtua bakal rugi kalo anaknya bayar full tapi sang anak hanya ikut 1/4 pelajaran saja secara sisanya dipake untuk merengek-rengek doang)

Memasuki pertengahan bulan kedua :
Secara dapet ijin untuk nyuekkin, saya pun ‘angkat tangan’ dan mulai membiasakan diri dengan kehadiran sang bude , serta merta membatin pada diri sendiri ” mungkin anak-anak akan mulai terbiasa di bulan ke-3…”(ini memang metode baru saya…metode saya yang dulu lebih pushy . Konon saya memberikan waktu bagi orang tua/pengantar untuk menunggu atau memonitor HANYA di pertemuan pertama )

Bulan ketiga:
kelakuan sang anak malah menjadi-jadi… budenya gerak sedikit langsung nangis, merengek dan cenderung jadi lebih kasar baik ke teman-temannya, maupun saya… anak pernah memukul dan mencakar saya tanpa sebab yang jelas…Setelah melewati masa ‘acuh-tak-acuh’, sayapun berdialog lagi dengan budenya (untuk entah yang ke berapa kalinya)…bude pun mulai sungkan terhadap saya dan mulai bertindak kasar juga terhadap sang anak…

Saya pikir… nahhh…ketawan deh… ternyata bude yang biasanya terlihat cukup sabar dan bahkan sempat memberi saran saya untuk mengambil sikap sedemikian rupa , juga akhirnya letih dan seolah-olah kesabaran yang lalu-lalu hanya tindakan “memendam’ semata….

AKHIRNYA, (setelah ngulik-in artikel-artikel soal anak selama beberapa bulan terakhir) di suatu sore, saya secara tidak sengaja menonton acara “The Nanny 911” ( yang akhirnya jadi tontonan wajib di sabtu sore – untung lalaki saya tidak berada di kota yang sama)

Hari H – nya
disaat dia menangis dan ditarik paksa oleh sang bude supaya anak keluar kelas (mungkin karena sudah kehilangan kesabaran dan bingung karena anak ga bisa diapa-apain lagi) , saya maju tak gentar menghampiri bude , berbicara tegas untuk melepaskan anak lalu bericara (dengan nada tegas pula) pada sang anak untuk lebih baik berbicara tanpa menangis karena suaranya tidak kedengeran dan dimengerti , lantas mengelus dadanya serta menanyakan apa yang dia rasakan sekarang…

***cling*** ajaib deh, cukup dengan mempraktekkan apa yang Nanny lakukeun, “the devilish kid” langsung jadi angel loh…!

memang saya harus ‘ngobrol’ dengan sang anak dan membuang waktu selama 15 menit, tapi enak juga mendengar dia bicara tanpa merengek dan akhirnya mengetahui bahwa dia itu sedang capek pula kangen sama mamanya yang mulai masuk kerja lagi setelah beberapa bulan tidak kerja…

After Hari H
dan hari-hari setelahnya…sang anak secara mandiri melangkahkan kakinya ke ruang belajar dan berinteraksi sangat manis dengan teman-teman maupun saya. (FIUHHH)

So, basically , dear parents,
rasanya kids need to be heard…

Kalo saya boleh jujur , selama ini saya banyak ketemu orang tua (atau bude atau tante yang diberikan kewenangan untuk “mengurusi’ anak saat orangtuanya kerja) yang tidak menjalankan komunikasi dengan anak by truly listen to what they say … bahkan dikala anak sedang rewel saya sering ngeliat orang tua , tante atau bude yang kerjaannya membujuk anak dengan janji-janji palsu (biasanya mereka me-wink-kan matanya terhadap saya kalau lagi berbuat hal itu) atau bahkan ada yang seolah-olah menyalahkan saya karena anaknya menangis (yang padahal gara-gara dipaksa ballet tanpa tidur siang terlebih dahulu atawa anak lagi ga enak badan) lantas membujuk untuk membelikan cokalat/chiki [??@$jajanan??5%?*]

yakin itu bujukan yang baik?? atau kita para orang tua atau pendidik sering tidak sadar bahwa kita seringkali bersikap meredam rewelan anak dengan sekedar membujuk cuma supaya anak ga rewel lagi- tanpa harus memahami apa yang anak rasakan??? .

seriously, i may not an expert on this, tapi menurut saya, rasanya REAL two ways communication is better than everything…(secara para pendidik formal atau non formal tidak bertemu setiap hari atau harus menladeni belasan/puluhan anak lainnya , kami pun tidak bisa setiap kali mengadakan interaksi seperti ini…jadi, mohon para oranguta, mengertilah, mungkin lebih enak orang tua yang notabene berada di lingkaran primer sang anak sebisa mungkin menyempatkan diri untuk melakukan deep communication & really listen to child’s thoughts setiap harinya…)

Terimakasih atas pengertian dan kerja sama Ibu / Bapak.

Salam,
GBU