Skip navigation

Pelan – pelan menyambut pagi

Kilas tapak yang menghitung melodi kembali muncul

Nafasku bernyanyi

Nadiku merintih

Aku tetap tersenyum


Rasa indah itu nyata

Kemenangannya yang maya

Panas sorotan lampu panggung seakan menelanjangiku


Aku sendiri tak sepenuhnya puas

Hanya saja tak terpikir banyak hati menemaniku

Beberapa suara bulat menyatakan padaku…” Dia Berhasil”


Bukan ini yang kuharapkan…


Pelan – pelan menyambut pagi —aku menyambut arogansi

2 Comments

  1. wah..keren euy puisinya non ajeng :cool:btw..ada apa dengan calonprasasti.co.nr mu non?

  2. Kayaknya…MENYAMBUT AROGANSI seems like elo sedang berusaha keras membuat sebuah KAYU PENYANGGA untuk U’re foot’s handycap b’cause of dipukul sangat keras oleh kayu penyangga yang baru saja elo buat, gitu loh.So, don’t try it at home he…he…he


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: