Skip navigation

Baru liat foto temen-temen saya yang sudah nikah…
Wow…shivered to see…

Terus terang , mengingat saya tahu mereka di masa lajang, setiap foto yang saya lihat kadang membuat saya bertanya-tanya (bukan dalam artian yang sinis) seperti
” apakah mereka benar-benar menikah karena jatuh cinta?”
” Apakah mereka yang menyelenggarakan resepsi , atau orangtua mereka?”
” mungkin ga ya mereka nikah karena sex atau uang?”
” apa mereka benar bisa memasak buat suami mereka?”
” bagaimana ya mereka mendidik anak-anaknya?”

Sungguh, saya tidak maksud menghakimi teman-teman yang telah menikah muda, hanya saja, dari semua undangan pernikahan yang saya hadiri, jujur, saya baru melihat satu pasangan saja yang benar-benar terlihat sangat …. (ga bisa digambarkan keindahannya)… di atas pelaminan…

Saya mungkin dianggap pemimpi karena masih mempercayai an everlasting love, berharap pernikahan dapat terjadi karena cinta, dan keharmonisan keluarga bisa terus berlangsung karena cinta yang dijaga…

Saya mungkin tidak sendirian dalam bermimpi … mengingat anak yang menjadi buah pernikahan pantas untuk melihat cinta yang terpancar dari mata kedua orangtuanya saat melihat dirinya , maupun saat orang tuanya berpandangan satu sama lain…,
bahwa setiap anak yang menjadi buah pernikahan tidak berharap melihat keterkikisan psikologis orang tuanya saat sang ibu atau ayah terluka karena perselingkuhan lantaran keterbatasan cinta di antara ayah dan ibunya…,
dan, apakah setiap anak yang menjadi buah pernikahan berharap untuk diasuh oleh pengasuh ataupun nenek dan kakeknya sekalipun…?

Bagaimana mengenai keteguhan sikap dan kemandirian materi ?
Perjuangan seorang ibu tidak berhenti saat melahirkan…tidak juga sampai air susunya habis…
Perjuangan seorang ayah juga bukan sekedar bersedia lelah di 8 jam di kantor dan 3 jam berada di kemacetan lalu lintas kota untuk sekedar memberi nafkah…
apakah anak dapat baik-baik saja saat menyadari ayahnya terlalu lelah untuk bermain dengannya, sementara sang ibu yang tidak merasa cukup dinafkahi menyambut kedatangan ayahnya dengan muka tak ramah disertai secuil pertanyaan yang tidak mencerminkan kepercayaan?
Bukankah anak adalah makhluk jenius yang mampu merekam dan mencontoh segala hal yang ada di depan matanya?

Saya sangat setuju dengan pepatah yang menggambarkan anak bagaikan panah yang harus diarahkan dengan tepat…

Seriously, Sekali lagi , bukan karena saya sinis sama kehidupan pernikahan…
Saya hanya terlalu sering melihat pernikahan terjadi hanya sekedar untuk keseragaman agama, kesetaraan status sosial, atau menyenangkan orang tua semata yang sudah ga sabar memomong bayi atau orang tua yang menuntut anaknya menikah bukan dengan pilihan sang anak…atau yang terparah, karena ‘kecelakaan’ belaka…

Saya bukan anak pendeta atau gadis berkerudung…saya hanya salah satu orang yang memaknai pernikahan sebagai wujud spiritual tertinggi…sesuatu hal yang mempunyai dampak yang begitu hebat dan luas…

Apakah bagi anda saya pemimpi?…mungkin…
Am i being skeptical dengan pernikahan yang umumnya terjadi di Indonesia?… mungkin…
Apakah saya takut?… mungkin…
Apakah saya sendirian?…saya tidak yakin…
Apakah saya iri?… tidak sama sekali…

Sekalipun saya bertanya-tanya saat memandang foto teman-teman saya, dalam hati saya selalu berharap semoga semua hal yang mereka temui dalam biduk pernikahan bisa diatasi dan segala upaya mereka menghasilkan sesuatu yang semakin baik, baik dan baik…

Somehow, saya percaya bahwa setiap pasangan yang sudah cukup berani mengambil langkah untuk menikah akan mampu mempertahankan pernikahan dengan caranya sendiri…

19 Comments

  1. Yups, memang ada banyak alasan kenapa nereka nikah muda..hmm, kamu kapa rencana nikah non? hehehe😀

  2. Sebenarnya menikah dianjurkan kalau mereka sudah siap secara lahir & bathin… Saya sendiri memutuskan menikah di usia yang tidak lagi muda karena berbagai pertimbangan…. Mudah2an kamu bisa menikah dengan pilihan kamu yang bisa jadi soulmate seumur hidup ya….

  3. aduuuuh…kembali mengingatkan gw ttg makna pernikahan dan tujuannya…dan cukup membuat hati tergetar..dan semakin ingin memantapkan hati..agar tetap fokus ke arah tujuan itu..apapun yg terjadi…dan semoga keluarga yg hendak dibangun berfondasikan penyerahan diri padaNya dan kasih sayang, bisa mengkokohkan rumahtanggaku nanti..amiiin…a very touchable post! thx dear..😉

  4. duh Non.. gak usah takut deh nikah muda.. aku aja nyesel nikah kemaren dah tui.. dah 26 tahun..menikah itu membuat kita lebih terarah… lebih dewasa dalam menentukan sikap, dan yang paling penting lebih nyaman karena ada orang yang siap menemani kita dalam suka dan duka.emang sih pernikahan bisa hancur karena perselingkungan,tapi beri pasangan kita kepercayaan.dan yang utama.. sebelum menikah yakinkan diri bahwa seseorang yang akan menjadi pendamping kita benar orang yang bertanggungjawab.

  5. Hi salam kenal,,nikah muda ask tau..hehe ky udah nika aja saya..ga tapi kalo udah cocok kenapa ga..masalah rejeki itu mah pasti ada..biasanya yg udah nikah malah rejekinya banyak loh..tetapi saya selalu ngat katatemen saya emangnya mau ngasi makan anak pake Cinta..hehe bener juga sih klo buatcowo cari duit dulu..hehe

  6. memandang sebuah pernikahan seperti memandang sebuah gunung. Nampak indah terlihat dari kejauhan, tapi curam dan penuh lereng saat di daki. Tapi, ya percayalah dengan niat yg tulus, ganjalan dan rintangan sebesar apapun pasti bisa di atasi. Kalo buat gw, menikah itu yg penting ada kesamaan visi dan misi dengan pasangan soal pernikahan itu sendiri..hehe.. kalo mgomongin nikah, panjang bener.. udah ah.. sotoy bgt siy gw ^_^

  7. nikah muda? wah saya malah pengen, mumpung msh 24 taon hehe..takut aja, semakin ditunda semakin banyak yg dipikirkan, eee ntar malah ga nikah2😛 …jangan takut euy.. :)-peace-

  8. @ febra: ummm… mungkin besok kalo ga ujan bung :p@eucalyptus: aminnnn…makasih mbak =)@theloebizz:aminnn…mudah2an rumah tangga kamu lancar lancar dan lancar ya non =)@mama shasa shahira: membawa ke sesuatu yang lebih terarah…wah mama shasa memeberi saya pandangan baru soal pernikahan…thanks mbak =)@yudhienairwaves:salam kenal juga yudhie =)…syukur kalo nikah rejeki bisa bertambah =)@sassy: saya setuju denganmu non , visi dan misi does important =)walopun rada2 kerasa agak teknis ya bu ;p

  9. @ ojat: seribu topan badai…gawat…saya mau disalip sama lelaki…*muka pasrah*

  10. jeng jeng.. nikah lo sana. kelamaan pacaran tar puyeng lo. ahahaha

  11. kalo ada rencana..jangan lupa undang2 yah😛

  12. Teman sejati keras untuk menemukanOne such as you near impossible to find.

  13. gue percaya, setelah 10tahun pernikahan, rumah tangga gue bisa seperti masih awal2 pacaran ;ptergantung gimana kita bisa selalu membangkitkan passion kita ke pernikahan itu sendiri.if you think you’re a dreamer, well that makes the two of us🙂 tapikan mimpi bisa dibikin jadi kenyataan ;)masalahnya, emang guenya aja juga belum siap, heuheuheuhehe..

  14. “.. atau gadis berkerudung”Gadis berkerudung merah yang ketemu sama srigala? Kekekekkk

  15. Apakah mereka benar-benar menikah karena jatuh cinta?… mungkin ga ya mereka nikah karena sex atau uangSaya mungkin dianggap pemimpi karena masih mempercayai an everlasting love, berharap pernikahan dapat terjadi karena cinta, dan keharmonisan keluarga bisa terus berlangsung karena cinta yang dijaga…Saya percaya kepada ini dengan seluruh jantung saya bahwa mungkin.Saya percaya bahwa motif palsu yang dipikirkan oleh beberapa orang tidak oleh sebab itu – ada motif murni untuk cinta juga.For Ajeng

  16. dohh pengen nikahtp belon siap mental n materigile lo..kata2 di psotingan ini bener bgt..mostly skrg banyak merit krn kecelakaan…1-2 taun kemudian cerai..gile…amit2

  17. have u seen future wife ?

  18. @ Bretwalda: Baiklah… =)Saya juga percaya ada motif murni untuk cinta , kalo ga, bagaimana mungkin mereka mau nikah toh?? Omong-omong, bahasa indonesia kamu ciamik sekaleee…Tapi saya hargai usaha kamu =)@Hidung bertai lalat : Bener…tapi, Yuk mari kita doakeun saja biar pernikahan yang pernah dianggap sebagai kesalahan atau dimulai dari kesalahan pada akhirnya tetep berujung baik baik dan baik… ;)@ New_techno:umm…

  19. Boss…Pernikahan itu sangatlah indah jika…Jika apa??? (Itu bukan urusan negara!Hehehe guyon, boss…)gini loh kan asumsi elo “Gimana setelah nikah?” Am I right?Gampang, boss…Catat yach… (he..he..he)The most importan one is elo harus ikhlas menjalaninya. Begitu juga ke acara ngedidik anak, elo harus ikhlas.Soalnya di dalam keikhlasan tersebut ada sebuah cinta yang bisa sangat berpengaruh baik ke timbal balik yang sangat positif dari anak elo ke orang tuanya, yakni elo dan suami lo kelak.masalah baik dan buruk pola pendidikan elo ke anak elo itu sangatlah lumrah, manusiawi, and so relative, boss.Yang terpenting jangan sampai terputus doa lo buat anak2 elo yang sekali lagi, harus dengan keikhlasan.Satu hal lagi ajarkan sedini mungkin agar anak2 elo terbiasa mendoakan rlo yang baik2nya saja.And bum…!!! …kebahagiaan keluarga tidaklah sulit untuk tercipta dengan sendirinya. Gituuu, boss… Love U ! (ubay d’ banget)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: