Skip navigation

Waktu aku menangis dulu

Bukan karna aku pandai meratap

Jelas kau tahu mengapa

mentah- mentah kau buang aku…

Juga saat aku menangis pagi itu,

Bukan karna aku mabuk atau sekedar meledek…

Jelas aku melihatmu menenteng sewadah air melati yang panas

Untuk kau siram di atas lukaku yang masih menganga

Lalu dengan berang kau lepaskan di pundakku

segumpal sekam panas yang mendesis legit di belakang telingaku…

Sesaat ku lenyap terhimpit awan

Lantas aku meracau dalam tidur…

Sempurna sudah kau mengecupku

Meludahiku dengan liur manismu

Sempurna sudah kau memelukku

Merampas tubuhku erat diluar lingkar tangan yang lain

Sempurna sudah kau memilikiku

Bebas kau tiduri badan ini biar memerah dan berpeluh

Sungguh…ini bukan mimpi bagimu…

Dan saat aku menangis malam ini,

Bukan karna kelaminku yang sobek

Aku terbangun dan menangis karna aku tetap tak bisa memilikimu…

One Comment

  1. Untuk percaya kepada badan anda, Untuk percaya kepada perasaan anda pada saat ituUntuk percaya seorang laki-laki sanggup kataAtau mata Ini adalah kesalahanAda hal yang lebih tinggi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: