Skip navigation

Monthly Archives: June 2008

I have undone my soul
Got lost inside of yours
I’m dreaming on the edge of my lust
On the tip of my eyelashes

And when things aren’t just the way like we wished it to go
And when the things smell familiar and become too spicy
I sometimes just can’t help it…

My wings break into songs of dwell
My guitar sounds strummed unwell
My wings got soften as silk
As i no longer feel fulfilled

I finally faint and fall for angels

Advertisements

Saya rasa harus ada seseorang…
Seseorang yang bisa membuat hati di dalam sini melemah, atau bahkan melebur
Sungguh! bukan bercanda!

Aku letih berpegang pada keraguan…
Tidak mau menyesal lagi…
Ingin semua menjadi lebih baik…
maka itu aku masih disini…

Dan sampai pada akhirnya,
Aku berusaha memberikan yang terbaik…
tapi maaf kalau tidak bisa mengimbangi kebaikanmu…
Aku berusaha mereguk mimpiku…
Dan aku butuh melihatmu bermimpi…
Aku setengah mati ingin melihat binar di sepasang mata itu
Karena dengan hangat pancarannya, kulitku bernafas, darahku mengalir deras, nadiku bergumam kencang…
Karena itu pula kita bisa berjalan beriringan
Kamu hidup, saya hidup
Disaat terjatuh aku masih bisa merengkuh lengan bajumu…
Dan tentu sebaliknya…
Sekalipun kita jatuh bersamaan, masih ada si asa,
yang berpihak pada mimpi…
Entah dengan merayap, merangkak, atau berlari sekalipun,
Kita akan tetap bertahan…
Tidakkah kamu paham itu?

Oh Tuhanku…aku dengar diriku bergumul dengan diriku sendiri yang berkeluh kesah…

Aku kini…ya, aku…
Aku berusaha memahamimu
Dan sebaliknya… butuh untuk merasa dimengerti…

Aku hanya butuh berjalan beriringan denganmu…

Hanya itu…

Kata – kataku terdengar busuk
Kata – katanya terdengar jauh
Jauh…sampai tidak terasa getarnya
Usang sudah rasa lelah
Lelah di aku
Tidak ayal di dia
Bertahan…
Teriak dia
Bertahan…
Bisikku

Satu kali…yang pertama

Dua kali…yang kedua

Bising sekali!

Tidak ah!, tidak mau lagi
Tapakku yang lalu masih terlihat jelas…
Itu dulu,
Kali ini tidak akan sama
tidak boleh serupa!
Jangan sampai menyesal lagi…
Aku juga mau tetap ke surga…

…Mungkin saja dia benar surga ku…

Bertahan…
Bisikku…

Ia mendengkur tenang…
Waktunya makan…
Belum siang, Belum pagi
Ia dengar suara cantik menari

Menghantam keras, mengecap kenyang
Berjalan anggun, ramping membuai
Sempurna berkata, setia dalam ramai
Utuh tercinta, bias terbayang

Ia mendengkur pelan…
Tak berselimutkan segan
Ia hanya tertidur…
Suaraku nyalang ditelan bilur…

Mungkin bukan aku yang seharusnya memanggil…

Hhhff…
Resah lepas aku lemas…

Sayang…

Mimpi…
Indah sekaligus…
ahhh

Angin meniupku manis kala aku…

awww !
Jantungku!
Sssshhh!!!!

Itu dia!
itu, di situ! tolong berhenti!
Sini, dekatkan telingamu!!

Anak deg Mimpi
Mimpi deg binar

Binar deg warna

Sayang
kamu aku sayang
Sayang
aku kamu sayang
sayang
aku sayang aku
sayang
kamu sayang kamu
sayang sekali bukan sekali…

Hhhff…
Resah lepas aku lemas…

Beberapa waktu lalu,


Di sana… di tempat tidak beralamat…
Saya berteduh…
Ditemani beberapa kawan setia dan secangkir kopi seringkali saya menerawang…
Tatap mata saya menembus asap putih dari batang rokok kesekian…

Sempat…
Iya…Sempat…
Penat rasanya untuk berpikir bahwa suatu saat harus melepaskan semua yang saya miliki atas nama sendiri…
Takut rasanya untuk membayangkan sesuatu akan terjadi dan tidak akan ada penyelamat di sekeliling saya… pikir saya mereka sejenis dan mereka sama lemahnya seperti saya…
Pria ?… ahh, yang menonjol dari mereka hanya alat kelaminnya, nyalinya belum tentu…
kalau bukan bajingan, palingan juga homo…
Berapa sih pria yang berani mendoakan anak laki-lakinya supaya tumbuh menjadi orang yang sama seperti dia? …

hhhfff
Iya…sulit…
Sulit rasanya untuk menutup lubang nafas arogansi…

Ada kalanya pula…
Iya…ada kalanya…
Saya sudah terlalu muak untuk memperhatikan sesuatu yang harusnya kekal namun ternyata tidak…

Sampai pada saatnya…
Ditengah kerumunan massa dan ilalang, dia berdiri…
Bingung rasanya untuk harus mempercayai yang terlihat…
Ragu rasanya untuk harus memberi hati saya & mempercayainya pada orang lain…
Gamang rasanya untuk menetap…

——–
Sampai akhirnya…, harus diakui…
Pada suatu titik…, saya merasa inilah saatnya…

Bukan karena saya tidak lagi menginginkan hidup muda yang berwarna dan tidak membosankan
Bukan karena saya ingin lari dari semua yang pernah dan sedang terjadi…
dan sebisa mungkin mencari langkah aman untuk bisa bertahan bersama dia…

Saya hanya butuh sekaligus ingin menjadi teman…
Iya…
Teman yang bisa berjalan beriringan…
Teman yang mau menyadari kesalahan satu sama lain lalu belajar dan tumbuh bersama,
Teman untuk bermimpi bersama,
Teman yang membangun rumah pohon terindah & menjadikannya tempat idaman bersama,
Teman yang bisa menjadi fallback position sekaligus memberitahu dirinya bahwa ia pun telah menjadi tempat yang sama…

Ahhh…
Rasanya sudah saatnya saya menelan dan melumat ego yang pernah singgah untuk waktu yang lama di tempat fana ini…
Mungkin saya sudah seharusnya merasakan ini…
Merasakan keindahannya…
Merasakan kenyamanannya…
Merasakan & menghargai ketulusan ini…
tanpa harus bertanya-tanya lagi…apakah dia seseorang yang tepat bagi saya?…atau apakah saya sudah menjadi orang yang tepat bagi dia?

All i believe is that finally i stop trippin’ on my youth and give my love to him…
And this is when mine goes to an end…

http://www.youtube.com/v/_FCdsK8kDJU&hl=en&rel=0&color1=0x234900&color2=0x4e9e00&border=1