Skip navigation

Ia mendengkur tenang…
Waktunya makan…
Belum siang, Belum pagi
Ia dengar suara cantik menari

Menghantam keras, mengecap kenyang
Berjalan anggun, ramping membuai
Sempurna berkata, setia dalam ramai
Utuh tercinta, bias terbayang

Ia mendengkur pelan…
Tak berselimutkan segan
Ia hanya tertidur…
Suaraku nyalang ditelan bilur…

Mungkin bukan aku yang seharusnya memanggil…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: