Skip navigation

Category Archives: Libre Poetic

Hum with words

Women: “What matters is heart”

Men: “What matters is pride”

Women: “I’m telling you truth cause I don’t want to lie, it will hurt you even more”

Men: “I didn’t tell you the truth cause it might hurt you”

Women: “I will never forgive you..!” (then she prays to forgive)

Men: “I forgive you…” (then he plans a revenge for a pride)


Women: “I’m so sorry, I promise there’s no more him between us” ( she does, and never even pick the calls)

Men: “I’m so sorry , I promise there’s no more her between us” (does he?, he even plan to meet after calls)


Women:  “I don’t love you” (but she stays)

Men : ” I love you so much” (but he left )

Advertisements

I bid my self to confront the dawn as I still sit here with my cigar down the moon beam and wish to meet my love…The Elder one – of the oldest elves…( Mais…moi-meme.., it’s just me…)…Glimpses of my girls fulfill this air of beautiful mind…they’ve been there…and here…on my path, in my heart, and within my breath…The Elder given me the best and worse of them…like they have taken me in reverse…and I was so in love with them…even still am…( I commenced it…) A tempestuous of a dream headed now… I’ve been into it since I was 8…and it just never change…I have no willing to end this until I just end it…if price is all it needs, then I just give it…somehow…someday…I’ll meet glory… ( smiling…)…Another story tale is cranking up the sore of bones …it comes like a chilly wind that sighs among…I’ve been a monster to someone…( do you think so..?)…Sshh…I refuse to regret, believe soon it’ll be just as good as it gets…( that’s better..)…I now remain an apology…to the greatest ones…they have given like a life time to bring endearment, and I just never feel enough…(silence)…and how does it feel to realize when two guys are deeply sympathized but they just got paralyzed…by …(human error ?…haha, forgive me for saying this, … she wouldn’t dare enough to call it that way…) …and in the next morning things just don’t gloom, for rationalizations and facts had adjust the mind and heart then tell what ‘s actually worth to feel…yet, never know what to do…(Dear The Elder, do you reckon this vivid anxiety…)

And all of this just popped out of mine when there’s only three left…Darn! Tai Toi… ne plus parles a moi…

…Cukupkah sampai di sini?…
…dan jika mataku yang selalu menjagamu…
…ambilah nyawaku dan aku kan menuntunmu dari surga…

…sudah cukupkah sampai di sini???…
…dan jika suaraku yanng selalu menyejukkan perasaanmu…
…ambillah nyawaku dan ku pasti kan menunggu di surga…

…cukuplah sudah sampai di sini…
…dan jika nyawaku dapat menghangatkanmu…
…ambil nyawaku dan ku pasti kan menunggu di surga…

…dan cukuplah sampai di sini…
…dan jika hanya nafasku yang dapat membuatmu bertahan hidup…
…ambil nyawaku dan aku akan sampai di surga…

…dan cukuplah sampai di sini…
…dan jika ragaku yang selalu mengisi ingatanmu…
…ambil nyawaku dan kenang selalu…karena aku kan mengawasimu dari surga…

…dan bila kau tak pernah percaya padaku…
…maka cukuplah sampai di sini…

…dan jangan pernah sesali jika ternyata akulah surgamu…
…dan biarkan aku melangkah dengan caraku sendiri ke surga…

words from me to you
words by -el syachr-

I have undone my soul
Got lost inside of yours
I’m dreaming on the edge of my lust
On the tip of my eyelashes

And when things aren’t just the way like we wished it to go
And when the things smell familiar and become too spicy
I sometimes just can’t help it…

My wings break into songs of dwell
My guitar sounds strummed unwell
My wings got soften as silk
As i no longer feel fulfilled

I finally faint and fall for angels

Saya rasa harus ada seseorang…
Seseorang yang bisa membuat hati di dalam sini melemah, atau bahkan melebur
Sungguh! bukan bercanda!

Aku letih berpegang pada keraguan…
Tidak mau menyesal lagi…
Ingin semua menjadi lebih baik…
maka itu aku masih disini…

Dan sampai pada akhirnya,
Aku berusaha memberikan yang terbaik…
tapi maaf kalau tidak bisa mengimbangi kebaikanmu…
Aku berusaha mereguk mimpiku…
Dan aku butuh melihatmu bermimpi…
Aku setengah mati ingin melihat binar di sepasang mata itu
Karena dengan hangat pancarannya, kulitku bernafas, darahku mengalir deras, nadiku bergumam kencang…
Karena itu pula kita bisa berjalan beriringan
Kamu hidup, saya hidup
Disaat terjatuh aku masih bisa merengkuh lengan bajumu…
Dan tentu sebaliknya…
Sekalipun kita jatuh bersamaan, masih ada si asa,
yang berpihak pada mimpi…
Entah dengan merayap, merangkak, atau berlari sekalipun,
Kita akan tetap bertahan…
Tidakkah kamu paham itu?

Oh Tuhanku…aku dengar diriku bergumul dengan diriku sendiri yang berkeluh kesah…

Aku kini…ya, aku…
Aku berusaha memahamimu
Dan sebaliknya… butuh untuk merasa dimengerti…

Aku hanya butuh berjalan beriringan denganmu…

Hanya itu…

Ia mendengkur tenang…
Waktunya makan…
Belum siang, Belum pagi
Ia dengar suara cantik menari

Menghantam keras, mengecap kenyang
Berjalan anggun, ramping membuai
Sempurna berkata, setia dalam ramai
Utuh tercinta, bias terbayang

Ia mendengkur pelan…
Tak berselimutkan segan
Ia hanya tertidur…
Suaraku nyalang ditelan bilur…

Mungkin bukan aku yang seharusnya memanggil…

Hhhff…
Resah lepas aku lemas…

Sayang…

Mimpi…
Indah sekaligus…
ahhh

Angin meniupku manis kala aku…

awww !
Jantungku!
Sssshhh!!!!

Itu dia!
itu, di situ! tolong berhenti!
Sini, dekatkan telingamu!!

Anak deg Mimpi
Mimpi deg binar

Binar deg warna

Sayang
kamu aku sayang
Sayang
aku kamu sayang
sayang
aku sayang aku
sayang
kamu sayang kamu
sayang sekali bukan sekali…

Hhhff…
Resah lepas aku lemas…

Lagi kangen ama mamak- baba ni…

Ibu
By Iwan Fals

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

(sumber)


Saat mata hatinya berbicara, mungkin seorang perempuan akan menutup setiap skenario yang ada dalam hidupnya dan mencoba berjalan tegar…menjemput apa yang diyakininya…

Perempuan mendengar ungkapan dari seorang pria…
Mungkin ungkapan itu tidak utuh nyata, sekali pun nyata, mungkin hanya sekejab.
Seorang pria datang menyuguhkan hatinya…lalu pergi…
Pada waktu yang berbeda, di kesempatan yang berbeda, seorang pria datang lagi…lalu pergi kembali…
Bukan pria lain….masih pria yang sama…membingungkan…
dan perempuan masih menimbang hatinya…
Mau tidak mau, suka atau tidak suka,
Itu memang perempuan…
Saat mata hatinya berbicara, seolah segumpal keyakinan bisa menjadi sebesar jagat raya dan seluruh mekanisme dalam nadi dan nafasnya bergerak dengan cepat…
Akal bukan berarti hilang…perempuan hanya benar-benar menghargai apa yang utuh dirasakannya…walau terkadang lupa akan hati yang lain…

Apakah gerangan yang perempuan lakukan…?
Mengutarakan kebingungannya…
Tentu…

Keadaan yang pernah dirasa tidak menyenangkan senantiasa akan terngiang…
Beberapa tahun yang lalu, perempuan menangis…
5 tahun kemudian, perempuan masih dapat menangisi hal yang sama…
Bukan karena tidak memaafkan…perempuan hanya benar-benar menghargai apa yang utuh dirasakannya…
Karena hati yang ia rasa indah, perempuan mampu bertahan…

Sampai saatnya tiba…
Pria yang di sana tidak lagi bingung…
Entah dengan kekesalannya karena tak mungkin juga dapat bersatu , entah dengan kekikukkannya karena telah menemukan perempuan lain, entah dengan kebesaran hatinya, entah dengan kesadaran karena telah menyakiti manusia yang lain,
Dia benar-benar hilang…

Apakah gerangan yang perempuan lakukan…?
menunjukkan amarahnya…?kekecewaannya…?atau kemurkaannya sekalipun?…
Bukan tidak mungkin…

Dia lantas akan pergi ke sudut tersepi yang ia temui….dan ia pun sujud berdoa… berharap semua yang terjadi, apa pun itu, adalah hal yang baik bagi dirinya mau pun sang pria atau manusia lain…
Sang pria pun menjalani sikap yang terbaik bagi istri yang didampinginya kini…
Dan perempuan… walau menangis, ia pun tersenyum untuknya…

Hari itu… Seorang perempuan yang terkulai lemas lantaran mengecap insting akan kenyataan pahit yang tersembunyi, akan terabaikannya janji seorang pria… menyatakan dengan jelas bahwa dirinya tidak mampu lagi…
Namun bertahun-tahun pula ia bertahan… demi buah hatinya…

Apakah gerangan yang perempuan lakukan…?
Terisak…menangis…atau bahkan membungkuk mual?
Bukan tidak mungkin…

Sampai saatnya tiba…
Sang pria berlutut mencium kakinya dan mengucap maaf…

Tidak pernah menjadi sia-sia, saat ia sujud berdoa… berharap semua yang terjadi, apa pun itu, adalah hal yang baik bagi dirinya, sang pria, dan buah hatinya…
Kini mereka hidup dengan senandung…semua menjadi lebih terang dari biasanya…

Sungguh, dalamnya hati seorang perempuan tidak akan pernah bisa terukur…
Karena hati adalah indra dan nafasnya…Ia bisa terluka, dan mampu bertahan…sekaligus mengubah dunia dalam kacamata hidup yang diyakininya…

Maka kita, perempuan, bertahanlah…
Dan saya percaya setiap perempuan mampu bertahan…

Awalnya tidak seperti ini…

Biarlah aku dikatakan hina

Dengan berkata kata

Aku tetap percaya awalnya tidak seperti ini…

Ia benar-benar indah…

dan Ia memang masih dan akan selalu seperti itu adanya

Hanya saja…

Mereka bertanya, Mereka menjawab

Mereka pandai barangkali…

Jujur …

Aku tidak berani bertanya-tanya,

Aku hanya ingin tetap rindu

Beberapa menemaniku…

Mereka, bahkan kerabatku, akhirnya menyatakan kepadaku

Ia mendua…atau bahkan di aku-aku sebagai milik mereka…

Orang seperti aku dianggapnya tidak pantas…

Tidak..tidak…

Walau aku pernah menjauh

Ia tetap ada bagiku,

Kekasihku tetap Satu

Walau mencintai kamu, kamu dan kamu…

Ia tetap mencintaiku…

Seperti aku mencinta, seperti kamu mencinta…

Aku tetap percaya awalnya tidak seperti ini

Ia benar-benar membuat semua menjadi indah

Ia adalah keindahan itu sendiri…

Ia tetap murni…