Skip navigation

Category Archives: Pasanganku

It’s about…Me and My Guy

This was a draft from 2008!

Saya bukan tipe manusia yang suka atau memimpi-mimpikan pernikahan…
Saya hanya berharap bisa mencintai orang lain…
teorinya kalo saya bisa cinta diri sendiri, maka saya bisa cinta sama orang lain, dan cinta yang kita kasih bisa bikin dia cinta juga sama kita…somehow, someway, someday..(bukan begitu bukan?, kl ga setuju ga usah baca hehe :p)

Dari 5 tahun hubungan yang berpangkal dari ketakutan saya akan pernikahan dan ternyata justru berujung di ketakutan pasanganku mengenai pernikahan, terus terang…saya jadi sedikitmerasa dibohongi…
Tapi tanpa perlu saya sangkal , sikapnya membuat saya jadi benar – benar memahami arti ikhlas dan tulus…
Setidaknya itu pelajaran yang saya dapet dari seseorang laki-laki yang pernah ada di samping saya…

Saya bukan tipe manusia yang suka menjegal kawan karena iri…
Saya hanya berharap untuk berbuat yang terbaik…baik bagi saya sendiri, maupun orang-orang sekitar saya…
itu pun karena saya sadar begitu banyak kesalahan yang telah saya buat, dan pencapaian yang ada pun seolah-olah seperti sengaja memberikan sangsi atas kesalahan yang pernah saya buat…

Setidaknya itu pelajaran yang saya dapat dari seorang wanita yang ada di samping saya, seorang yang pernah mendongkrak mimpi saya sekaligus mendukung saya untuk mematikan mimpi saya…

Mudah-mudah an saya masih diijinkan untuk merasa seperti ini…
berantakan…

Advertisements

Saya rasa harus ada seseorang…
Seseorang yang bisa membuat hati di dalam sini melemah, atau bahkan melebur
Sungguh! bukan bercanda!

Aku letih berpegang pada keraguan…
Tidak mau menyesal lagi…
Ingin semua menjadi lebih baik…
maka itu aku masih disini…

Dan sampai pada akhirnya,
Aku berusaha memberikan yang terbaik…
tapi maaf kalau tidak bisa mengimbangi kebaikanmu…
Aku berusaha mereguk mimpiku…
Dan aku butuh melihatmu bermimpi…
Aku setengah mati ingin melihat binar di sepasang mata itu
Karena dengan hangat pancarannya, kulitku bernafas, darahku mengalir deras, nadiku bergumam kencang…
Karena itu pula kita bisa berjalan beriringan
Kamu hidup, saya hidup
Disaat terjatuh aku masih bisa merengkuh lengan bajumu…
Dan tentu sebaliknya…
Sekalipun kita jatuh bersamaan, masih ada si asa,
yang berpihak pada mimpi…
Entah dengan merayap, merangkak, atau berlari sekalipun,
Kita akan tetap bertahan…
Tidakkah kamu paham itu?

Oh Tuhanku…aku dengar diriku bergumul dengan diriku sendiri yang berkeluh kesah…

Aku kini…ya, aku…
Aku berusaha memahamimu
Dan sebaliknya… butuh untuk merasa dimengerti…

Aku hanya butuh berjalan beriringan denganmu…

Hanya itu…

Beberapa waktu lalu,


Di sana… di tempat tidak beralamat…
Saya berteduh…
Ditemani beberapa kawan setia dan secangkir kopi seringkali saya menerawang…
Tatap mata saya menembus asap putih dari batang rokok kesekian…

Sempat…
Iya…Sempat…
Penat rasanya untuk berpikir bahwa suatu saat harus melepaskan semua yang saya miliki atas nama sendiri…
Takut rasanya untuk membayangkan sesuatu akan terjadi dan tidak akan ada penyelamat di sekeliling saya… pikir saya mereka sejenis dan mereka sama lemahnya seperti saya…
Pria ?… ahh, yang menonjol dari mereka hanya alat kelaminnya, nyalinya belum tentu…
kalau bukan bajingan, palingan juga homo…
Berapa sih pria yang berani mendoakan anak laki-lakinya supaya tumbuh menjadi orang yang sama seperti dia? …

hhhfff
Iya…sulit…
Sulit rasanya untuk menutup lubang nafas arogansi…

Ada kalanya pula…
Iya…ada kalanya…
Saya sudah terlalu muak untuk memperhatikan sesuatu yang harusnya kekal namun ternyata tidak…

Sampai pada saatnya…
Ditengah kerumunan massa dan ilalang, dia berdiri…
Bingung rasanya untuk harus mempercayai yang terlihat…
Ragu rasanya untuk harus memberi hati saya & mempercayainya pada orang lain…
Gamang rasanya untuk menetap…

——–
Sampai akhirnya…, harus diakui…
Pada suatu titik…, saya merasa inilah saatnya…

Bukan karena saya tidak lagi menginginkan hidup muda yang berwarna dan tidak membosankan
Bukan karena saya ingin lari dari semua yang pernah dan sedang terjadi…
dan sebisa mungkin mencari langkah aman untuk bisa bertahan bersama dia…

Saya hanya butuh sekaligus ingin menjadi teman…
Iya…
Teman yang bisa berjalan beriringan…
Teman yang mau menyadari kesalahan satu sama lain lalu belajar dan tumbuh bersama,
Teman untuk bermimpi bersama,
Teman yang membangun rumah pohon terindah & menjadikannya tempat idaman bersama,
Teman yang bisa menjadi fallback position sekaligus memberitahu dirinya bahwa ia pun telah menjadi tempat yang sama…

Ahhh…
Rasanya sudah saatnya saya menelan dan melumat ego yang pernah singgah untuk waktu yang lama di tempat fana ini…
Mungkin saya sudah seharusnya merasakan ini…
Merasakan keindahannya…
Merasakan kenyamanannya…
Merasakan & menghargai ketulusan ini…
tanpa harus bertanya-tanya lagi…apakah dia seseorang yang tepat bagi saya?…atau apakah saya sudah menjadi orang yang tepat bagi dia?

All i believe is that finally i stop trippin’ on my youth and give my love to him…
And this is when mine goes to an end…

Kriiingg …Krriingg…” Hallo…, -sensor-“

Hmm..Boleh aku tersenyum?

Niit..Niiitt…pesan, pesan, pesan!!

“ Sudah makan ay..? sekarang sedang apa?..bla..bla..”

Hmm…Kegirangan…

Esok lagi…lagi..lagi..dan lusa..lagi..lagi..

Lusa jadi esok

Esok jadi kemarin

Kemarin bukan sekarang…

Tik..tok..tik..tok…

Ngantuk …

Kriinggg!!… ahh…bunyi!

“ Deadline pembayaran member besok ya. Transfer aja”

Jangan sangka aku tersenyum…

Tik..tok..tik..tok…

Sepi…

Kangen..??

Tak apalah…

Mungkin aku hanya terbiasa…iya…sudah sangat terbiasa…