Skip navigation

Category Archives: Religi

Cinta.. Aku rindu lagi… dan kali ini setengah mati rinduku…

hanya saja seringkali aku terheran-heran mengapa untuk bertemu dan bercinta atas nama perasaanku yang terdalam, begitu sulit jalannya…seperti berat syaratnya…

kata mereka memang itu konsekuensinya…. aku lantas menggelengkan kepalaku…aku tidak percaya harus serunyam itu…walau tiap aku ingin bertandang, aku tahu ada seorang bapak yang akan mengajari sesuatu…tapi mengapa ia berbicara seperti orang mengantuk?? … Mengapa tidak ia kirimkan semangat cintanya?? Seperti ia ingin membuatku enggan… Ada kalanya juga saat aku menuju, kakiku terantuk batu hingga tercelup genangan lumpur dan bercaknya luar biasa mengganggu…lalu beberapa ibu berbalutkan kain linen putih atau sutera super licin berbisik pelan-pelan di belakangku…entah menganggapku jijik atau apalah …aku tak tahu… seperti mereka tak pernah jatuh saja… Aku jadi tidak yakin aku berada di tempat yang benar…

Cintaku…aku sekarang di mana?…Apa pula yang terjadi…??

Mataku kian lama kian kabur tertutup air bening nan berriak…apakah benar puing-puing yang kulihat itu…?? bukankah dahulu ada gedung megah yang senantiasa berdiri…mengapa pula banyak anak kecil berlarian di tengah jalan dengan muka yang keterlaluan hitamnya…di mana ibu mereka..??

Dan lihatlah suami istri yang bergumul dengki tanpa kata namun sakitnya jelas tertanam dalam jantung mereka hingga denyutnya terdengar…

Mataku semakin perih kala kemasukan debu yang berterbangan oleh karena mereka yang berseteru dengan lembing berapi, -api suci kata mereka-, dan arit di atas tanah merah yang kering… kulihat juga bendera-bendera berkibar tanpa makna yang jelas…

Apa maunya orang-orang ini…??

Apakah mataku sekabur ini…??

Bukankah dulu mereka senantiasa saling mencinta??….hhhfff … Aku jadi sering menganggap mereka bodoh… terlebih parah, seringkali aku mrasa resah dan bertanya-tanya jangan-jangan mereka seperti itu adanya karena “Skenario Cinta”… dan untuk itu aku sejenak menghentikan langkah, duduk menghela nafas di pojok tersendiri dan menimbang bimbang kalau sampai benar, mungkin lebih baik aku sendiri saja…dan berhenti bermimpi untuk bertemu…hhhff..maaf…tapi itu satu dari beberapa hal yang berhasil meyusup dalam kalbu…kalbu yang kelabu mungkin…

Mungkin mataku terlalu letih…mungkin aku sudah terlalu kecewa karena egois dan angkuh….

Mungkin sudah saatnya…sesaat, kala gundahku usai, kuturunkan katup tanganku yang lengket karna air mata dan sedikit berlendir…dan aku melihatnya…walau dari jauh…di belakang barisan bunga lillac dan tulip biru, terhampar taman penuh bunga-bunga tercantik dengan kolam berteratai dan air mancur terindah di tengahnya… Taman yang pernah kuingat…Ya,…Kita pernah mesra bersama di sana…dan Ya…AKu melihat langit kembali biru…udara kembali mewangi…seketika itu jiwaku merindukan romantisme tak terbanding…Ingin rasanya aku dipeluk…ingin rassanya aku mengadu….

Cinta…. Tunggu aku…Walau terseok, aku kembali berjalan…MenujuMu….

Advertisements

Awalnya tidak seperti ini…

Biarlah aku dikatakan hina

Dengan berkata kata

Aku tetap percaya awalnya tidak seperti ini…

Ia benar-benar indah…

dan Ia memang masih dan akan selalu seperti itu adanya

Hanya saja…

Mereka bertanya, Mereka menjawab

Mereka pandai barangkali…

Jujur …

Aku tidak berani bertanya-tanya,

Aku hanya ingin tetap rindu

Beberapa menemaniku…

Mereka, bahkan kerabatku, akhirnya menyatakan kepadaku

Ia mendua…atau bahkan di aku-aku sebagai milik mereka…

Orang seperti aku dianggapnya tidak pantas…

Tidak..tidak…

Walau aku pernah menjauh

Ia tetap ada bagiku,

Kekasihku tetap Satu

Walau mencintai kamu, kamu dan kamu…

Ia tetap mencintaiku…

Seperti aku mencinta, seperti kamu mencinta…

Aku tetap percaya awalnya tidak seperti ini

Ia benar-benar membuat semua menjadi indah

Ia adalah keindahan itu sendiri…

Ia tetap murni…

Me , Writing at just this moment;

I today sit at the back of some place, not knowing where it comes from, i just suddenly think about Brad Pitt and Angelina Jolie. Since I’m a huge fan of F.R.I.E.N.D.S serial, I’m wondering how could Pitt left Jen (Jennifer Aniston). Jolie is indeed an irresistible creature; she has everything, body, heart and dedication [we all know she’s UN ambassador].What amuses me is, what’s up with Jen, how couldn’t she still be the winner in Pit’s heart(?).

Read More »

Aku ini milik semesta

Kakiku berjalan di atasnya

Airku mengalir di setiap sela yang ada

Udaraku bertransformasi untukku

Aku ini makhluk bebas

Akalku menjadi pemimpin

Hatiku menjadi penimbang

Aku menjadi penakluk diriku

Aku ini pemilik cinta

cinta kubebaskan untuk datang

cinta kubebaskan untuk pergi

Aku adalah bunga mimpi

Aku bersemi pada saatnya

Aku gugur bukan karena hawa

Aku menjadi teman malam

Bersahabat dengan pagi

Menjalin rasa dengan raga dan emosi

Aku tidak mengutuk perbedaan

Tidak juga bersandar pada keseragaman

Aku menjadi himpunan tersendiri

Itu keyakinananku…

Dan aku tetap milik-Nya

Aku pernah berkata pada mereka dan diriku sendiri, bahwa aku tak akan berpaling…

Cinta, 7 tahun yang lalu aku duduk di sini. Menyuarakan kegalauanku. Di depanku sahabatku duduk membahas sesuatu yang tepat untukku. Kita berdua memang menjadi raja untuk dunia kita masing- masing saat itu. 4 jam sudah waktu yang telah kita habiskan untuk berbincang di situ dari jam 3 sore. Nyanyian cinta dari sebelah rumahku terdengar sangat jelas. Aku bertanya pada sahabatku “ apa benar itu bukan untukku?”. Sahabatkuku dengan sangat singkat menjawab “bukan, jangan GR”. Kami kembali menghisap rokok putih kesayanganku dulu.

3 tahun setelah itu aku duduk masih di tempat yang sama. Kali itu yang duduk di depanku adalah dia yang telah menjadi teman sekaligus cinta, teror dan keluargaku. Berdua terjaga dalam keterlelapan pagi. Ia duduk dengan setia mendengar celotehku dan kemudian memberiku referensi buku kecintaannya yang sangat logis dan begitu menarik. Ia tidak bermaksud apa-apa, ia hanya menyuruhku untuk menjaga hati. Nyanyian cinta datang mengalun dari sebelah rumahku. Aku beranjak tidur kala ia bermaksud untuk hal lain.

Sekarang, 4 tahun setelah aku berusaha memperbaiki kalbu dan akalku, ironisnya, aku seperti tidak ingin duduk. Tapi aku tahu aku teralu lelah bercinta dengan kefanaan untuk bertumpu pada kakiku. Hfff…. Terbersit persoalanku dengan cintaku terhadap adam yang lain. Aku bicara tanpa henti, tanpa rasa, kecuali ego. Di depanku sekarang adalah sahabatku yang lain. Ia dengan sangat sabar menyimak dan berbesar hati berdialog denganku. Dia sering mempertanyakan kesetiaanku dan menggodaku untuk berselingkuh…tapi aku tahu benar dia hanya bergurau, dia pun pasti tak bulat rela…Nyanyian cinta kembali terdengar…sahabatku melontarkan gurauannya lagi kala dia melihatku sedikit menikmati nyanyian cinta itu lantas memberiku waktu untuk tertegun, sembari ia beranjak mencari tempat yang terhindar dari tatapan matahari, yang saat itu mulai memerah…

Cintaku, Maafkan aku…aku benar-benar resah…jari lentikku masih menari di atas keyboard tua milik ayahku…
Hhhh.. Cinta, apa benar aku harus berpaling? Kalau memang ini bukan seharusnya yang aku rasakan mengapa aku merasakannya? Kalau memang akal dan hatiku penuh tanya, mengapa tidak pernah terjawab ? Kalau memang ini butuh waktu, kenapa harus sejauh langkah cahaya? Dan kalau memang akhirnya aku harus pergi…akankah aku menjadi utuh…??

Cintaku, Aku masih duduk di bawah kaki Mu , dan di atas hati dan akalku yang kecil, aku ingin meyakinkan diriku sendiri bahwa aku sangat mencintai Mu…Aku tidak ingin meninggalkan Mu…

Aku ini milik semesta

Kakiku berjalan di atasnya

Airku mengalir di setiap sela yang ada

Udaraku bertransformasi untukku

Aku ini makhluk bebas

Akalku menjadi pemimpin

Hatiku menjadi penimbang

Aku menjadi penakluk diriku

Aku ini pemilik cinta

cinta kubebaskan untuk datang

cinta kubebaskan untuk pergi

Aku adalah bunga mimpi

Aku bersemi pada saatnya

Aku gugur bukan karena hawa

Aku menjadi teman malam

Bersahabat dengan pagi

Menjalin rasa dengan raga dan emosi

Aku tidak mengutuk perbedaan

Tidak juga bersandar pada keseragaman

Aku menjadi himpunan tersendiri

Itu keyakinananku…

Dan aku tetap milik-Nya